Wednesday, 6 January 2016

"Azula always lies."


Zuko : I guess you wouldn't understand, would you, Azula? because you're just so... perfect.

Azula : oh yes, I guess you're right. I don't have sob stories like all of you. I could sit here and complaint how our mom liked Zuko more than me but, I don't really care. my own mother... thought I was a monster. she was right, of course but, it still hurts.




like zuko said, azula always lies. yes, she always lies. termasuklah dengan kata betapa dia tak peduli membesar tanpa belaian mak dia. kalau tengok dari timeline story tu memang nampaklah zuko ni sadis berbanding azula. kena buang keluarga dan kehilangan mak. benda tu semua tak mudah. dan kita nampak. kita tahu benda tu tak mudah untuk dihadap. it's hard to be zuko.

tapi bagi aku, sebenarnya lagi sadis untuk lihat orang yang kita sangka hidup sempurna, tapi dalam tak tahu ceritanya macam mana. macam azula-lah. true prodigy. master firebending dari kecil lagi. perform lightning yang susah, yang bukan semua orang mampu. she's one perfect girl. dari mata kasar kita lihat. tapi there are more than what meet the eyes kan.

aku rasa it's more harder being azula than being zuko. well, susah semua sebenarnya. tapi susah yang tak nampak tu hakikatnya lagilah susah dan unbearable to know. it's hard bila semua orang nampak kita perfect, strong enough to stand alone. tapi sebenarnya siapa saja yang tak perlukan sesiapa. kita semua perlukan manusia sekeliling yang ikhlas terima kita dan sayang kita. dan bila semua tu tak ditunjuk, orang nampak kita don't really need anyone. orang cuma nampak nasib badan sendiri dan tak akan terpandang satu pun titik lemahnya kita. orang tak akan pernah tanya whether you're okay or not because you always seem perfect to their eyes.

that's azula. poor child.


even aku yang tak se-strong azula ni pun pernah saja ada kawan kasi tahu,

"ainum kalau tak nikah pun tak apa."
"why?"
"entah. i just feel like you're strong enough to stand alone."

and i was like ha-ha apakahhhh. okay tu kalau suami. apalagi parents. macam azula. memanglah mak dia lebihkan zuko sebab azula ni lebih kepada ayahnya (firelord ozai) punya "tarbiyah". nakal jahat macam tu. salah anakkah membesar dengan sebegitu?

poor child, my princess.



zuko is true. azula always lies.



No comments:

Post a Comment

“Hanya sedikit ini yang kutahu, kutulis ia untuk-mu, maka berbagilah dengan-ku apa yang kau tahu.”