Friday, 14 August 2015

Jika Istrimu Seorang Anak Bungsu


Anak terakhir atau familiar disebut bungsu. Dengan status tersebut dikeluarga, memang akan kau temui sosok manja karena kaya limpahan kasih sayang. Kehadirannya akan selalu dirindukan. Sosok anak kecil yang tak pernah dewasa, padahal selalu mati-matian berusaha mematahkan asumsi tersebut.

Karena menjadi bungsu, maka kau akan berhadapan dengan orangtua yang sangat selektif dan sulit melepas anak perempuannya. Hingga (mungkin) kau akan membiasakan diri hidup lebih dekat dengan mertuamu.

Karena menjadi bungsu, membuatnya tak terbiasa susah. Maka kau akan menyaksikan bahwa dia selalu ingin berada di zona ternyaman. Memastikan kelak masih tidur di kasur yang nyaman, makan enak, berpakaian bagus, fasilitas yang memadai.

Karena bungsu memang terkadang sangat menggantungkan segala sesuatu kepada orang yang nyaman baginya, bersiaplah kau memberikan waktumu untuknya. Memberikan tangan dan kakimu untuk membantunya bahkan sekedar untuk mencari sesuatu yang ia lupa menyimpannya.

Tapi percayalah, sebagai bungsu yang kemudian akan menyandang status istri, dia akan menjadi sebenar-benarnya seorang ibu dan istri. Ibu yang baik yang mengajari, mendidik, dan melimpahkan kasih sayang seperti yang diterimanya, kepada anak-anaknya, yaitu anak-anakmu.

Sosok yang loveable dan ceria adalah penghangat di tengah keluarga, penebar tawa. Dia pendengar yang baik dan komunikatif, kau akan nyaman mengobrol banyak hal sebelum waktu tidur tiba.

Percayalah, seorang perempuan bungsu akan menjatuhkan pilihan ke orang yang membuatnya nyaman dan tenang. Sama seperti jika dia berada di tengah keluarganya. Maka dia akan memiliki kesetiaan yang luar biasa.

Karena bungsu, memiliki wawasan luas dan terdepan, karena dia punya guru tambahan dan berkaca dari pengalaman kakak-kakaknya. Dia bahkan berusaha tidak menuntut melebihi dari apa yang suaminya mampu berikan.

Karena bungsu yang kau akan  temui, dia yang mencintai kebebasan, tidak suka didominasi. Tapi tenanglah, selama kau menghargai dan memberi kepercayaan, dia akan sangat menjaga kepercayaan itu dan tidak lari dari tanggungjawab dan kewajibannya.

Asal kau mampu menjadi imam yang baik dan penyayang keluarga, dia akan menghormatimu sebagai cinta yang akan menuntun dia dan keluarganya sampai ke surga.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
pengirim :
Netty Utami
Pendidikan Biologi STKIP Persada Khatulistiwa
Sintang, Kalimantan Barat

Sumber asli : kurniawangunadi.tumblr.com

Saturday, 8 August 2015

Hidangan dari langit


Maghrib yang mengharukan.
Maghrib yang menenangkan.

Sambung tilawah juzuk ketujuh hari ini. Meniti surah al-maidah satu persatu tanpa terjemahan. Dan akhirnya akal menangkap sesuatu pada baris-baris terakhir ayat. Mata mula rasa mahu berair. Sakitnya tahan sayu.

Mujurlah reti bahasa arab tahap budak pasti. Faham jugalah maknanya.

Konklusi untuk penemuan hari ini;
Kalau sang nabi isa a.s dan hawariyyun, para pengikut setia dihidangkan al-maidah berupa hidangan makanan dari langit itu, maka aku pula pada saat itu dihidangkan juga al-maidah yang berupa surah al-maidah itu sendiri.

Al-maidah aku adalah surah al-maidah itu sendiri. 

Hawariyyun meminta makanan untuk meningkatkan keimanan akan wujudnya Allah. Dan aku -- apa lagi yang perlu aku minta kepada-Nya untuk dijadikan burhan dan dalil bahawa Dia itu memang ada.

Kenyang maghrib ini.
Mendapat hidangan dari langit. 

Alhamdulillah, untuk surah al-maidah ini.

Friday, 7 August 2015

Current mode : Nak berambuskan orang


Mungkin pada waktu beginilah, semua yang ada dirasakan tak memahami.

Cari telinga manusia untuk mendengar bukan bererti tak langsung mencari Tuhan.

Mungkin orang tak tahu, pada waktu beginilah, mereka perlu sabar dengar setiap luahan.

Sebab bukan semua mampu meluah apa yang ada di sudut hati paling dalam.

Sebab bukan semua senang-senang untuk cerita kondisi jiwa yang sedang berantakan.

Sebab aku dah pernah rasa akibat pendam tak cari orang kongsi perasaan, mujur tak gila.

Tapi biarlah. 

Kalau orang tak sudi dengar, lagi aku tak ingin untuk cerita.