­
­
January 2017 - Admirable Sentiment

Sufi #3 : Matahari Darwisy

By Ainum Lathifah - January 12, 2017
“Aku rasa aku baru tahu perasaan mabuk cinta itu bagaimana.” Ujarku sambil tangan ligat menyiapkan sarapan untuk keluarga. “Kau sedang mabuk cinta, Arini? Pantas saja kau sering mengelamun. Lagi rindukan kekasih rupanya.” Rani memandangku dengan matanya yang bulat. Antara terkejut dan mahu mengusik.  “Bukan aku, Sundara.” Aku membalas usikan Rani dengan menyebut namanya yang jarang disebut. Rani Sundara. Itulah nasib anak yang mempunyai...

Continue Reading

  • Share:

Sufi #2 : Jika Bulan Pernah Muram

By Ainum Lathifah - January 10, 2017
“Masuklah, Sufi. Duduk di sini ertinya merelakan diri jadi santapan nyamuk-nyamuk lapar.” Sepupu aku, Rani, tiba-tiba datang memecah lamunan. Aku sedikit kaget. “Aduh, kau ini Rani… kasi salam dulu sebelum tegur. Untung aku masih sihat walafiat.” “Lagi mengelamun, ya? Fikirkan siapa, dik Sufi yang manis?” Rani mengusikku nakal. “Hish! Mengelamun apa kalau bunyi nyamuk terlalu dekat di telinga. Mahu berfikir pun tidak sempat.”...

Continue Reading

  • Share:

"Let her shows her scares and wounds of life. And if you decide to go thru to be like her, gird up your loin." - Karen Pandora Butler

By Ainum Lathifah - January 09, 2017
  • Share:

Sufi #1 : Gadis di Hati Ibu

By Ainum Lathifah - January 08, 2017
“Sepertinya ada awan mendung yang menutupi wajah cantik di hadapanku ini, kenapa ibu?” Aku mengambil tempat di sebelah ibu. Tangan aku perlahan menyapu pasir yang bertaburan sebelum melabuhkan duduk. Jeti ini semakin usang dimamah usia tetapi laut yang terbentang luas di hadapan tidak mematikan serinya. “Tidak ada apa-apa, nak.” Ibu senyum memandangku tetapi suaranya sedikit perlahan. Aku tahu suara itu, lagi tahan sendu....

Continue Reading

  • Share: